Tittle : The Last Moment
Author : StephCecil
Genre : Sad Romance
Cast : Kwon Jiyong (BigBang) & Jung Seo as you (OC)
Lenght : Oneshoot
***
“ Dapatkah manusia
sepertiku mengubah takdir ?
Karena jika bisa,,
Aku ingin bersamanya
lebih lama lagi “
***
Jarum jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Suasana di dalam
dorm bigbang tampak sunyi meskipun 4 makhluk yang berada di dalamnya masih beraktivitas.
Sang magnae sibuk mengutak-atik i-pod yang sedari tadi berada di genggamannya.
Daesung dan Taeyang sibuk mengecek e-mail dari para penggemar di laptop mereka.
Choi seunghyun, tetua mereka sedang syuting film dan tidak akan pulang ke dorm
malam ini. Sedangkan sang leader? Namja
multitalented itu hanya menatap kosong kea rah jendela. Melamun. Entah hal apa
yang ada di pikirannya.
“Ting Tong”
Tiba-tiba bel dorm mereka berbunyi. Menandakan adanya
manusia yang menunggu di luar sana untuk dibukakan pintu. Namun tidak ada
satupun dari keempat namja itu yang menghentikan aktivitasnya, sekedar untuk
melakukan hal tersebut.
“Ting Tong”
suara bel berbunyi untuk kedua kalinya. Taeyang mendongak
dan melirik sang magnae, memberi kode untuk membukakan pintu bagi tamu itu.
Seungri mendesah pelan. Posisinya yang sebagai magnae memang membuatnya mau
tidak mau harus melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan para
hyung-hyungnya. Dengan enggan, ia meletakkan I-podnya di atas meja dan beranjak
kedepan untuk membukakkan pintu. Dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati
siapa tamu tersebut.
“ Jung Seo Chan ? “
Sesosok yeoja cantik berdiri di depan pintu. Kulitnya yang
berwarna putih tampak pucat, rambutnya yang lurus panjang tergerai bebas,
sedangkan tubuhnya yang kurus kering terbalut oleh baju khas rumah sakit.
Mungkin kalian bertanya-tanya siapa yeoja itu? Yah, yeoja
itu bernama Jung Seo Chan. Dia adalah pasien dari rumah sakit yang terletak di
dekat dorm Bigbang dan sekaligus merupakan yeojachingu dari sang leader
Bigbang, Kwon Jiyong.
“ Mana Jingyo oppa ? “ tanya Jung Seo pada Seungri.
“ Eh,,, Jung seo ya.. Mengapa kau bisa berada di sini ? “
Seungri malah balas bertanya.
Jung seo tidak menjawab pertanyaan Seungri melainkan
langsung menerobos masuk begitu saja ke ruang tengah. Tempat di mana para
member melakukan aktivitasnya. Matanya menelusuri ruangan tersebut,
mencari-cari dimana namjachingunya berada.
“ Jingyo oppa!!! “ Teriak Jung Seo sembari berlari kea rah
Jiyong dan memeluk namja itu dari belakang. Jiyong yang sedang melamun secara
otomatis terlonjak kaget ketika ada yang memeluknya. Ia pun menoleh dan dan
betapa terkejutnya ia ketika mendapati bahwa yang memeluknya itu adalah
yeojachingunya sendiri, Jung Seo.
“ Ju-jung seo ? “ tanya Jiyong terbata-bata. Heran bercampur
kaget.
“ Kenapa kau bisa ada disini ? “ lanjutnya.
Jung Seo cemberut.
“ Mengapa semua orang menanyakan hal yang sama ? “ balas
yeoja itu.
Kemudian ia pun menghempaskan tubuhnya ke sofa di sudut
ruang tengah Dorm Bigbang yang mewah. Ruangan itu didominasi oleh warna biru
muda. Sofa, dinding, dan barang-barang di sana sebagian besar berwarna biru
muda. Memberi perasaan yang menenangkan bagi siapa saja yang tinggal disana.
“ Kau belum menjawab pertanyaanku “ Jiyong bersikeras.
Jung Seo menghela nafas sejenak dan memainkan jari-jarinya
sebelum ia menjawab pertanyaan namjachingunya itu.
“ Hum.. dokter mengijinkanku keluar malam ini “
“ Jinjjayo ? “ Jiyong
curiga.
“ Oppa tidak percaya? Ya sudah kalau begitu aku kembali saja
ke sana.. “ Jung Seo ngambek dan beranjak
berdiri, seolah-olah akan pergi dari tempat itu.
“ E.. eits ! Kau mau kemana ? Baiklah aku percaya padamu! “
tukas Jiyong gelagapan.
“ Aku tidak mau! Wee… “ Jung seo menjulurkan lidahnya pada
Jiyong dan mulai berlari menjauhi Jiyong.
“ Omo.. yeoja ini! “
Mereka berduapun saling berlari dan bermain kejar-kejaran
layaknya anak kecil. Ekspresi gembira tampak jelas di wajah kedua insan itu.
Namun hal itu tidak berlangsung lama karena hanya dalam waktu singkat, Jiyong
telah berhasil menangkap Jung Seo.
GREP
Jiyong mendekap erat yeoja itu dari belakang.
“ Gi-li-ran-ku “ desis Jiyong.
Wajah Jung seo sontak memerah. Ia kaget dengan perlakuan
Jiyong yang tiba-tiba.
“ Op-oppa.. lepaskan aku “
“ Andwae.. “ Jiyong
malah mempererat pelukannya.
“ Hiyaaa.. Jebal ! “
Jung Seo meronta-ronta. Mencoba melepaskan diri dari pelukan
namjachingunya itu. Namun tentu saja itu tidak mungkin. Karena tenaganya kalah
kuat dengan Jiyong yang seorang namja.
Nyut.
“ Aghh… “ Jung Seo mengerang.
Sontak Jiyong langsung kaget dan melepaskan pelukannya, khawatir dengan keadaan yeoja itu. Ia takut jika pelukannya tadi ternyata melukai Jung Seo.
“ Gwenchanayo ? “ Jiyong cemas.
***
Nyut.
Sakit.
Aigoo, kepalaku sakit
sekali..
Aku mendongak dan kudapati jiyong oppa sedang menatapku
khawatir. Aku bisa melihat dari sorot matanya yang teduh itu bahwa ia
ketakutan. Yah, dia takut. Takut kehilanganku.
***
“ Gwenchanayo ? “ ulang Jiyong.
Jung seo memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. Namun beberapa
saat kemudian seulas senyum tersungging di wajahnya. Jung Seo mencoba terlihat
setegar mungkin, setidaknya untuk saat ini. Di hadapan namja yang amat ia
cintai.
“ Ah, anniya.. aku baik-baik saja oppa “ jawab Jung Seo.
“ Jinjja ? “
Jung Seo mengangguk perlahan. Jiyong hanya tersenyum tipis.
Hening.
Tiba-tiba suasana menjadi sangat canggung. Tidak ada seorang
pun dari mereka yang berbicara. Jung seo tidak tahan dengan keadaan yang seperti
ini. Maka ia pun memutar otaknya dan mencoba berpikir keras untuk mencari topik
pembicaraan.
“ Eum… bagaimana hubungan Seungri dan Ha Ra ? “ tanya Jung
Seo. Basa-basi.
“ Mereka? Mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih bulan
lalu “ Jawab Jiyong.
“ Ha Ra dan Seungri memang sangat cocok kan, oppa ? “
“ Nee…. “
Mata Jiyong menatap ke arah jam yang yang ada di ruangan
tersebut.
Pukul 11.30 PM .
“ Jung seo-ya ini sudah malam. Ayo kuantar kau kembali ke
rumah sakit “ ujar Jiyong sembari berjalan ke arah pintu depan. Ia merogoh saku
celananya, mencari kunci mobil.
Sementara itu Jung Seo hanya diam saja di tempatnya. Tak
bergeming sedikit pun. Jiyong pun menatap yeojachingunya itu heran.
“ Kenapa kau diam saja di situ ? Oppa akan mengantarmu… “
Jung seo menggeleng keras.
***
“ Oppa akan mengantarmu .. “
Aku menggeleng keras sebagai tanda penolakan.
Tidak. Aku tidak mau kembali ke sana. Aku benci berada di
sana. Aku benci aroma rumah sakit, aku benci para uisa dan dokter yang selalu
melarangku melakukan ini-itu, aku benci orang-orang yang menatapku dengan penuh
rasa kasihan. Aku benci rumah sakit!
Kulihat Jiyong oppa mendesah perlahan. Raut wajahnya tampak
sangat lelah. Jadwal mautnya itu nyaris membuatnya mati kelelahan. Dan
sekarang, ia masih harus mengurusi yeojachingunya yang rewel. Mianhe oppa, tapi
ijinkanlah aku untuk bersikap egois.. sekali ini saja.
“ Kalau begitu.. apa maumu ? “
“ Bisakah aku menginap disini malam ini ? “ tanyaku penuh
harap.
***
“ Bisakah aku menginap disini malam ini ? “ tanya Jung Seo.
Jiyong menimbang-nimbang permintaan Jung Seo dalam hatinya.
Apakah ia harus mengijinkannya atau tidak. Di satu sisi, ia tahu dirinya harus
mengambil resiko yang cukup besar jika mengijinkan yeojachingunya itu menginap
di dorm malam ini. Bagaimanapun juga, kanker otak sialan itu tidak akan
mengerti sikon. Bisa kumat sewaktu-waktu dan jika itu benar terjadi, Jiyong lah
yang akan disalahkan. Namun disisi lain, ia ingin bersama yeojachingunya itu
lebih lama lagi.
“Tidurlah di kamar Seunghyun Hyung “
Jung Seo tersenyum lebar.
“ Arraseo oppa “ jawabnya.
***
01.30 PM
Ini sudah lewat tengah malam. Dan aku masih belum berhasil
memejamkan mataku. Firasat buruk. Itulah yang kurasakan. Tiba-tiba mimpiku
semalam seolah terputar kembali di otakku, bagaikan menonton film layar lebar.
Flashback
Dimana aku berada?
Kulayangkan pandangan
mata ke sekelilingku. Hamparan rumput yang hijau tanpa batas terlihat bagai
permadani hijau di mataku. Langit tampak cerah dan bunga-bunga indah bertebaran
di mana-mana.
“ Jung Seo …. “
Sebuah suara menembus
gendang telingaku. Seketika itu juga dapat kurasakkan bulu kudukku berdiri. Aku
pun menoleh ke arah kanan dan kiri, mencari-cari sumber suara tersebut.
“ Si-siapa kau ?! “
aku mulai merasa ketakutan
“ Jung Seo… Dengarkan
aku..“
Jung Seo kebingungan.
Apa yang harus ia dengarkan?
“ Waktumu tinggal
sedikit lagi. Jadi, manfaatkanlah sebaik-baiknya “ pesan suara itu.
Tiba-tiba, tubuhku
serasa ditarik masuk dalam sebuah pusaran angin yang gelap. Aku meronta-ronta
mencoba melepaskan diri. Namun tak bisa. Terlalu kuat.
Flashback End
***
Krieeett…
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Aku memberanikan diri
mengintip, dan dapat kulihat sesosok namja sedang berdiri di ambang pintu.
Walau diliputi kegelapan, namun entah bagaimana caranya aku dapat mengetahui
bahwa namja itu adalah Kwon Jiyong.
Jiyong berjalan mendekat ke arahku. Dengan gugup akupun
memejamkan mata. Berpura-pura tidur.
“ Jung seo-ah … “
Jiyong duduk di samping tempat tidurku dan membelai lembut
rambut panjangku. Samar-samar kudengar deru nafasnya yang beraturan. Dapat
kucium wangi tubuhnya yang khas itu, walaupun aku tau pasti jika jiyong oppa
tidak pernah mengenakan parfum.
Namja itu menghela nafas dalam.
“ Bagaimana jika kau pergi meninggalkanku ? “ tanya Jiyong
dengan suara lirih. Nyaris tak terdengar olehku.
Deg.
Tubuhku membeku. Dan seketika udara terasa dingin menusuk
tulang.
“ Bagaimana aku mampu hidup tanpamu ? “
Tes.
Sebutir air mata jatuh menetes begitu saja.
"Apakah aku harus menyusulmu nantinya ? “ kali ini suaranya
terdengar bergetar.
Aku menggigit bibir bawahku, setengah mati menahan tangis.
Namun tidak bisa. Air mata itu meluncur begitu saja tanpa kuinginkan.
Tes.
Tes.
Berhenti.. kumohon berhentilah! Ini sungguh menyiksa.
Tiba-tiba rasanya susah sekali untuk bernafas. Seperti ada gumpalan yang
menyumbat tenggorokanku. Sesak.
“ Bisakah… kau
menemaniku saja selamanya? Bisakah kau melenyapkan rasa takut ini? Ini sangat
memalukan. Aku takut. Takut kau akan meninggalkanku suatu saat nanti. Takut
jika suatu saat nanti kau benar-benar pergi dan aku bahkan tidak sanggup hidup
lagi… “
“ Jadi kumohon Tuhan.. jangan ambil dia.. “
Aku bisa mendengar orang yang sangat kucintai itu terisak.
Dia menangis. Ini
pertama kalinya aku melihatnya menangis. Selama ini, tidak pernah sekalipun ia
meneteskan air mata itu. Dan kini, ia menangis…. Untukku. Air mata itu..
karenaku ?
Tidak ada yang kata-kata yang mampu melukiskan perasaanku
saat ini. Ini terlalu menyakitkan. Aku mencintai Jiyong. Tidak. Aku sangat
mencintainya. Aku tidak ingin berpisah dengannya. Namun mengapa takdir berlaku
begitu kejam padaku? Dapatkah manusia sepertiku mengubah takdir? Karena jika
bisa.. aku ingin bersamanya lebih lama lagi.
Tes.
Tes.
Tes.
Air mataku meluncur bebas. Kali ini aku merasa tidak mampu
untuk menahannya lagi. Akupun menangis dalam kesunyian yang mencekam.
***
07.30 AM
Sinar matahari pagi menembus melalui celah-celah jendela
kamar. Jung Seo menggeliat sejenak. Ia mencoba membuka matanya perlahan-lahan.
Setelah dapat melihat dengan jelas. Ia pun memandangi keadaan di sekelilingnya.
Hanya ada dirinya sendiri di kamar itu. Tampaknya ia ketiduran semalam ketika
Jiyong pergi dari kamarnya. Yeoja itu bangkit dari tempat tidur dan memutuskan
untuk keluar dari kamar.
Suasana dalam dorm Bigbang tampak sepi. Hanya terlihat
Seungri yang sedang duduk di sofa ruang tengah dan lagi-lagi sibuk dengan
I-podnya. Kelihatannya namja itu tidak bisa lepas dari benda elektronik
tersebut.
“ Seungri-ya .. kemana semua orang ? “ tanya Jung Seo
penasaran.
Seungri mendongak. Melepaskan perhatian sejenak dari
I-Podnya dan menjawab pertanyaan Jung Seo.
“ Seunghyun hyung masih belum pulang, sedangkan Daesung dan
Taeyang hyung sedang melakukan pemotretan untuk Jeju airplane pagi ini “ jawab
Seungri.
Jung Seo pun mengangguk perlahan.
“ Eumm.. kau sendiri ? Tidak ada rencana apapun hari ini? “
“ Ah, hari ini aku ada kencan dengan Ha Ra “ jawab Seungri.
Warna wajah namja kyeopta itu berubah menjadi kemerahan. Ia
selalu malu jika ditanyai tentang hal-hal yang berhubungan dengan
yeojachingunya.
“ Ahh.. ne “ ucap Jung Seo sambil tertawa dalam hati. Lucu
sekali, batinnya.
Baru saja Jung Seo akan beranjak pergi dari situ ketika ia
teringat sesuatu yang penting.
“ Ngomong-ngomong, dimana Jiyong oppa ? “ tanya Jung Seo
lagi.
“ Dia ada di dapur “
Jung Seo tersenyum tipis. Setidaknya jika ia tahu waktunya tinggal
sedikit lagi. Ia harus menghabiskan tiap jam, menit, dan detik yang tersisa
bersama orang yang dicintainya. Sehingga.. jika nantinya dunia sudah lelah
padanya, ia memiliki kenangan indah yang tidak akan terlupakan. The last moment.
***
“ I know..
If love is painfull,
but I can’t stop for loving you “
**
“ Jiyong oppa! “ Jung
seo berlari kecil menuju ke dalam dapur dorm Bigbang.
Dapur dorm lelaki ? bisakah kalian bayangkan seperti apa
rupa tempat itu? Satu kata : berantakan. Pring-piring dan gelas kotor menumpuk
di bak cucian, bermacam-macam bumbu dapur berserakan dimana-mana.
Seorang namja tampan yang sedang sibuk mengaduk-aduk kopinya
sontak terlonjak kaget. Saking kagetnya, Ia nyaris menumpahkan kopi tersebut.
“ OMO! Jung Seo-ah . Kau membuatku kaget setengah mati! “
Omel Jiyong sambil tersenyum manis.
Jiyong meletakkan kopi yang baru selesai dibuatnya itu di atas
meja dapur dan berjalan mendekati Jung Seo. Ia pun menepuk-nepuk kepala yeoja
yeoppo itu dengan perlahan. Seolah Jung Seo itu adalah anjing peliharaannya.
“ Gya.. Oppa. Aku bukan anak anjing! “ Jung Seo cemberut.
“ Kau anak anjing.. milikku “
DEG
Kata-kata yang baru terlontar dari bibir Jiyong itu seolah
menohok ulu hati Jung Seo. Telak. Kini hatinya terasa pedih, ketika teringat
jika hal tersebut tidak akan berlangsung dalam waktu yang lama.
Hening. Jung Seo jadi salah tingkah, bingung akan apa yang
harus diucapkannya.
“ Kenapa kau diam saja, huh? Bukankah kau menemuiku karena
ingin mengatakan sesuatu padaku? Atau jangan-jangan kau hanya ingin melihat
wajah tampanku pagi ini? “ tanya Jiyong usil, lengkap dengan jurus andalan
miliknya. Puppy Eyes.
Seketika itu juga mata Jung Seo terasa basah. Ingin sekali
rasanya ia menangis sejadi-jadinya saat itu. Namun ia telah memutuskan untuk
menghabiskan sisa-sisa waktunya dengan kebahagiaan, dengan senyuman. Dan bukan
dengan air mata. Yeoja itu pun mengepalkan tangannya, berusaha untuk menguatkan
diri.
“ Aigoo.. sejak kapan Oppa jadi senarsis ini ? “ Jung Seo
membalas tingkah usil Jiyong.
“ Haha “ Jiyong hanya tertawa
“ Oppa.. hari ini temani aku ya? “
“ Kemana ? “
“ Kemana saja.. sudah lama kan kita tidak menghabiskan waktu
bersama ? “ pinta Jung Seo.
Jiyong mengangguk mengiyakan. Jung Seo tersenyum senang. Ia
mau pergi kemana saja, asalkan bersama Jiyong. Walau ke ujung dunia pun, ia
tetap akan pergi.
***
@Lotte World
“ Aigoo… perutku mual ! “
Jiyong membekap mulutnya berusaha agar tidak memuntahkan
sarapannya tadi pagi. Perutnya terasa luar biasa mual dan pandangan matanya
seolah berputar atau dengan kata lain, pusing. Bagaimana tidak? Namja itu telah
naik roller coaster sebanyak dua kali atas desakan yeojachingunya. Padahal dia
sangat membenci wahana tersebut.
“ Oppa! Kau ini bagaimana sih? Baru naik dua putaran dan kau
sudah seperti ini? “ omel Jung Seo.
Keadaan Jung Seo berbanding 180 derajat dengan Jiyong. Jika
jiyong terlihat seolah tidak mempunyai tenaga lagi, sebaliknya Jung Seo
terlihat segar bugar. Dengan daya tahan tubuh seperti itu, yeoja itu mampu naik
10 putaran lagi.
“ aku berbeda denganmu… “ Jiyong mencoba membela diri
sembari memegangi perutnya.
“ aishhh.. “ Jung Seo
mendecakkan lidahnya.
Jiyong hanya meringis. Ia merasa sedikit malu pada Jung Seo.
Sebagai seorang lelaki, seharusnya ia memiliki fisik yang lebih kuat. Dan bukannya
sebaliknya seperti yang dialaminya sekarang.
“ kalau begitu belikan aku es krim! “ pinta Jung Seo
tiba-tiba.
Mata jiyong langsung terbelalak kaget. Bagaimana mungkin
yeoja itu tega melakukan hal seperti itu padanya? Untuk berjalan saja rasanya
ia tak sanggup lagi. Bahkan bernafas pun sulit *author lebay
“ Mwo ? “
“ Oppa tidak dengar kata-kataku? Aku bilang, belikan aku es
krim “ ulang Jung Seo.
Jiyong menggeleng-gelengkan kepalanya. Kalau tidak ingat
bahwa yang menyuruhnya adalah yeojachingunya sendiri. Ia pasti tidak akan mau.
Namun, pada akhirnya Jiyong pun bangkit berdiri.
“ Arraseo! “ kata Jiyong setengah hati.
Jiyong berjalan dengan enggan ke arah stand penjual es krim
yang ada di taman hiburan itu. Sementara Jung Seo duduk menunggu di bangku
panjang taman dan menghela nafas dalam-dalam.
Pikirannya kacau saat ini. Sejujurnya, ia belum siap
meninggalkan dunia tempatnya berada sekarang. Belum siap berpisah dari Jiyong,
namja yang amat dicintainya itu. Namun apa daya? Manusia tidak dapat mengubah
takdir dan ia tahu betul akan hal itu. Ia memejamkan matanya. Mencoba
menenangkan dirinya. Tiba-tiba sekelebat memori muncul dalam benaknya.
***
Flashback
“ Hiks.. hikss… “
Seorang anak kecil
tengah sibuk mengais-ngais tanah di taman rumah sakit yang luas. Sesekali ia
mengusap air matanya yang terus mengalir, membasahi wajahnya yang putih.
Tiba-tiba bocah lelaki
yang kebetulan lewat dan melihat pemandangan tersebut menjadi heran. Apa yang
ia lakukan disini? Pikirnya. Bocah
lelaki itu menjadi bimbang, apakah ia harus menemui anak itu dan menanyakan
alasannya menangis karena siapa tau ia dapat membantu. Atau sebaliknya, mungkin
ia bisa berpura-pura tidak tau. Namun pada akhirnya ia melangkahkan kakinya
mendekati anak perempuan itu dan ikut berjongkok di sebelahnya.
“ Apa yang kau lakukan
? “ tanyanya.
Anak perempuan itu
menoleh dan sekilas ia tampak terkejut. Kemudian, ia kembali fokus pada apa
yang dilakukannya dan bertingkah seolah-olah ia sendirian di tempat itu.
“ Apa yang kau lakukan
? “ bocah lelaki itu bertanya lagi.
“ Aku mencari kalung..
“ jawab anak perempuan itu akhirnya.
“ Hiks.. hiks.. “ anak
perempuan itu terisak.
“ Kenapa kau menangis
? “ tanya bocah lelaki itu dengan wajah polos.
“ Itu.. kalung
peninggalan ibuku ! “ jawab anak perempuan itu sembari mengusap air matanya
sekali lagi.
Bocah lelaki itu jadi
salah tingkah. Ia bingung apa yang harus ia lakukan, lagipula mustahil ia bisa
menemukan kalung tersebut di taman seluas itu. Namun tiba-tiba matanya tertuju
pada sebuah benda panjang yang berkilauan ditempa sinar matahari sore yang
terletak di bawah pohon, agak tersembunyi. Bocah lelaki itupun, beranjak
berdiri dan mengambil benda itu. Sebuah kalung dengan liontin hati berwarna
perak.
“ Apakah.. ini kalung
yang kau cari ? “ tanya bocah itu.
Mata anak perempuan
itu terbelalak kaget. Heran bercampur gembira.
“ IYA!!! Ini
kalungku!! “ ucap anak perempuan itu sembari mengambil kalung itu dari
genggaman tangan bocah lelaki.
“ baguslah, kalau
begitu aku pergi dulu “ pamit si bocah lelaki. Ia berjalan meninggalkan taman,
namun baru beberapa langkah ia pergi dari tempat itu, sebuah suara
memanggilnya.
“ Tungggu!! Siapa
namamu ? namaku JUNG SEO CHAN! “ teriak Jung Seo dengan suara keras, berharap
si bocah lelaki dapat mendengar suaranya.
Si bocah lelaki
menghentikan langkahnya sejenak. Ia pun berbalik sambil tersenyum lebar dan
balas berteriak pada Jung Seo.
“ Namaku.. KWON JIYONG! “
***
Tanpa disadari setetes air mata mengalir membasahi pipi Jung
Seo. Hatinya serasa ditusuk-tusuk. Amat sangat menyakitkan.
“Hei! “ sebuah suara menyadarkan jung Seo dari lamunannya,
yeoja itupun buru-buru mengusap air mata dan memasang senyuman.
“ ji-jiyong ? kapan kau datang ? “
“ beberapa detik yang lalu “ jawab Jiyong sembari tersenyum
lebar. Namja itupun memberikan salah satu es krim yang dibawanya pada jung Seo.
“ Pesananmu “ Jung Seo mengangguk dan mengambil es krim itu.
“ Oppa.. sebentar lagi, kita ke pantai ya ? “ tanya Jung
Seo.
“ Kau tidak lelah ? “
“ Anniya… aku ingin ke pantai! “ Jung Seo menggeleng cepat.
Jiyong menghela nafas dalam. Sebenarnya ingin sekali ia
menolak permintaan Jung Seo. Namun berhubung ia sangat menyayangi yeoja itu, ia
tidak sanggup melakukannya. Jadi, walaupun tubuhnya terasa sangat lelah saat
ini, ia tetap akan menyetujui permintaan yeojachingunya.
“ Arraseo.. “
***
“ Hiyaaa…!!! Pelan-pelan oppa!! “ teriak Jung Seo histeris
saat Jiyong tengah menggendongnya dan berlari dengan cepat menyusuri pinggiran
pantai.
Jiyong tersenyum puas. Senang bisa mengerjai yeojachingunya.
“ Kau memaksaku naik wahana yang paling kubenci tadi. Ini
pembalasanku! hahahha!! “ tukas jiyong. Berpura-pura kejam.
“ Aigoo…!! Turunkan aku sekarang! “
“ Tidak akan! “
“ Oppa!!! “
“ Hahhahhahahahahahha !! “
***
Sepasang manusia tengah duduk di pinggir pantai. Menikmati
angin laut yang berhembus sepoi-sepoi. Langit tampak indah dengan warnanya yang
kebiru-biruan, sungguh menyejukkan hati.
“ Oppa.. jika aku
pergi.,,, “ Ucap jung Seo, namun kata-katanya segera dipotong oleh jiyong.
“ Aku tidak mau mendengar kelanjutan kata-katamu “ Jiyong memalingkan mukanya.
“ Jika aku pergi.. berjanjilah padaku kau akan menemukan
yeoja lain, yang jauh lebih baik dariku. Arraseo ? “
Jiyong hanya diam saja. Bagaimana mungkin aku bisa mencari
yeoja yang lebih baik darimu? batinnya.
“ Oppa.. berjanjilah
padaku.. “ setetes air mata mengalir turun membasahi pipi jung seo. Sebenarnya,
ia sama sekali tidak sanggup dan mungkin tidak akan pernah sanggup melihat
jiyong bersama yeoja lain selain dirinya sendiri. Namun demi kebahagiaam Jiyong
apapun rela ia lakukan, bahkan jika harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.
***
“The time is OUT “
***
“ Oppa ? “
“ Ne.. “ kata Jiyong lirih, nyaris tak terdengar.
“ Baiklah kalau begitu.. aku bisa pergi dengan tenang
sekarang. “
“ Ju-jung seo ? apa maksudmu ? “ Jiyong segera menoleh dan
mendapati Yeoja itu tengah memejamkan matanya, nafasnya terengah-terengah.
“ JUNG SEO! “
***
Tes.
Tes.
Tes.
Aku menangis lagi. Entah mengapa akhir-akhir ini aku menjadi
yeoja cengeng. Padahal pada kenyataannya aku benci menangis. Namun, aku tidak
bisa mengontrol air mata ini jika teringat akanmu Jiyong.. Semoga kelak kau akan
menemukan yeoja lain. Yang jauh lebih baik dariku dan bisa menemanimu,
merawatmu hingga tua nantinya. Terimakasih, terimakasih karena selama ini kau
sudah menjagaku dan mencintaiku dengan sepenuh hati, dan juga maafkan aku
karena aku tidak bisa menjadi yeojachingu yang baik untukmu.
Jeongmal… saranghae Jiyong..
Yeongwonhi.,, (selamanya).
***
“ JUNG SEO!!! “ teriak Jiyong putus asa. Namja malang itu
mengguncang-guncangkan tubuh Jung Seo yang kini sudah tak bernyawa lagi. Air
mata membanjiri wajahnya yang putih. Ia pun memeluk tubuh yeoja itu dengan
penuh kasih sayang.
“ Bagaimana kau tega meninggalkanku seperti ini ? “ desis
jiyong lirih.
***
“ And I must say..
GOOD BYE .. “
The End.
So sweet, jul..
BalasHapusAmazing, jul...
#Kerenbanget,thor !!!
D;tunggu next ff nya ya ...
:D
kyaaa..
BalasHapusngefans aku be elu, min jul xD
daebaak!!